Visi dan Misi Jokowi
"Jalan Perubahan Untuk Indonesia
Yang Berdaulat, Mandiri, & Berkepribadian"
Mewujudkan Indonesia Hebat dengan berjalan diatas rel konstitusi
melalui Jalan Perubahan yang adalah jalan ideologis yang secara historis
bersumber pada Pancasila, UUD 1945, dan Proklamasi.
Masalah Pokok Bangsa:
1. Ancaman terhadap wibawa negara.
2. Kelemahan sandi perekonomian bangsa.
3. Intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.
Untuk mengembalikan jalan ideologi bangsa, Jokowi menawarkan konsep
Trisakti. Jalan Trisakti menjadi basis dalam pembangunan karakter bangsa
ke depan. Inilah yang disebut Revolusi Mental.
Sehingga, visi
bangsa Indonesia untuk lima tahun ke depan menurut pasangan tersebut
adalah terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian
berlandaskan gotong royong.
Untuk mewujudkan visi tersebut, akan ditempuh melalui misi :
1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah,
menopang kemandirian ekonomi, dan mencerminkan kepribadian Indonesia
sebagai negara kepulauan.
2. Mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, berkeseimbangan, dan demokratis.
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera.
5. Mewujudkan bangsa Indonesia yang berdaya saing.
6. Mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Sedangkan 9 program prioritasnya (Nawa Cita) adalah :
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan
memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui pelaksanaan
politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan
pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi
kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.
2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.
4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, melalui peningkatan
kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia Pintar wajib
belajar 12 tahun bebas pungutan.
6. Meningkatkan produktivitas
rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga bangsa Indonesia
bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.
8. Melakukan revolusi karakter bangsa, melalui kebijakan penataan
kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek
pendidikan kewarganegaraan.
9. Memperteguh Kebhinekaan dan
memperkuat restorasi sosial Indonesia, melalui kebijakan memperkuat
pendidikan kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.
-----ooooo-----
Tentang JOKOWI
Jokowi pernah mengucapkan Sumpah-Janji Jabatan baik sebagai Walikota
Solo kemudian sebagai Gubernur DKI (15 Oktober 2012), dan jikapun
menjadi Calon Presiden sebelum habis masa jabatan bukanlah melanggar
ketentuan per-UU-an yang berlaku, sebagaimana bunyi sumpah jabatannya :
“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai
Gubernur DKI Jakarta dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang
teguh UUD Negara RI 1945 dan menjalankan segala UU dan peraturannya
dengan selurus-lurusnya serta berbakti pada masyarakat, nusa dan
bangsa,” .
Dengan demikian isu tentang pelanggaran sumpah merupakan
suatu black campaign (kampanye hitam); menggunakan isu yang tidak benar
akibat adanya unsur kebencian.
Bila Jokowi terpilih menjadi
Presiden dalam Pilpres 2014, maka sesuai ketentuan hukum; per-UU-an yang
berlaku maka Wagub (Ahok) otomatis menjadi Gubernur pengganti.
Identitas Ahok selaku Non Pribumi-Non Muslim tidaklah menjadi halangan,
sebagaimana konstitusi pasca reformasi (UUD 1945 Amandemen) dalam Pasal
6.A yang intinya menghapus politik identitas. Dengan demikian maka
setiap orang yang bertindak menghalangi konstitusi bukanlah WNI yang
taat kepada konstitusi itu sendiri.
Isu Jokowi adalah keturunan
non-muslim dan non-pribumi adalah kampanye hitam yang dihembuskan
segelintir WNI radikal, yang berniat menyesatkan, meng-adu domba dengan
cara mempolitisir SARA (politik identitas). Dalam Pasal 6.A UUD 1945
pasca amandemen perihal Politik Identitas sudah tidak berlaku lagi.
Jangankan mobil (teknologi tingkat tinggi), Kancing dan Peniti pun kita
masih impor dari China, Mobil ESEMKA adalah proyek perakitan mobil yang
dikerjakan oleh murid SMK di Solo, hanya saja tidak ditangkap sebagai
suatu peluang-potensi oleh pemerintah pusat, agar kelak perlahan
Indonesia bisa mandiri secara teknologi serta dapat memproduksi bahan
bakunya sendiri.
Jokowi tidak ada potongan tersangkut kasus
korupsi, gaji jabatan saja dia tidak ambil mana mungkin beliau hobby
mencuri uang rakyat, unsur inti korupsi adalah menyalahgunakan jabatan
terkait uang negara sehingga berakibat merugikan negara. Seumpama ada
kebijakan Jokowi saat di Solo maupun soal Transjakarta, maka tuduhan
korupsi tersebut terjadi pada level teknis oleh para jajaran teknis
(birokrat) bukan oleh Jokowi.
Jokowi adalah tipikal Jawa Halus,
sehingga ditafsirkan lemah padahal sesungguhnya Jokowi sangat tegas,
hanya saja orba meng-hegemoni arti tegas sebagai “gebuk, sikat” dan
berbagai terminologi kekerasan ala darurat perang (militerisme).
Sebagaimana kultur asli Jawa, Jokowi sangat menghargai Ibu Megawati,
sikap yang sama pula kepada para senior-tokoh bangsa Jokowi hormat
secara positif bukan patuh dalam arti “siap” ala tentara.
Setiap orang yang memahami karakter dan karya prestasi Jokowi pastilah
menaruh kagum dan mendukungnya, tidak hanya rakyat jelata, para
pengusaha lokal-interlokal-internasional
pun memberi dukungan positif, demikian negara-negara sahabat mulai dari
Barat (AS, Eropah)-Utara (Latin)-hingga ke Timur Tengah pun mendukung,
ini artinya Jokowi telah menjadi sahabat dunia, diterima dalam pergaulan
internasional oleh seluruh pemimpin dunia.
Sangat tidak masuk
akal Jokowi akan menghapus tunjangan sertifikasi guru sebagai suatu cara
menyengsarakan para guru, yang ada Jokowi adalah pro kesejahteraan
seluruh rakyat, jangankan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa,
kesejahteraan buruh pun sudah dibuktikan dengan menaikkan UMP DKI sangat
signifikan dan hal tersebut akhirnya menjadi referensi menular dan
diikuti oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia. Kampanye Penghapusan
Tunjangan Sertifikasi Guru justru dicanangkan oleh salah satu parpol
pendukung capres lain
Jokowi tidak berpengalaman pada
pemerintahan nasional adalah justru menjadi kelebihan Jokowi dibanding
figur yang lainnya, sehingga Jokowi tidak tersandera oleh dosa-dosa
nasional para pejabat negara dan dosa-dosa sejarah tokoh masa lalu,
justru Jokowi akan menularkan kesederhanaan-kejujuran pada level
nasional (Revolusi Mental), suatu cara maupun sikap yang dimulai dari
Pemimpin Tertinggi yang akan menjadi contoh para level dibawahnya, andai
saja Jokowi tetap menggunakan mobil dinas RI-1 jenis sederhana seperti
Innova, maka tidak saja para menteri beserta jajarannya, Petinggi MA,
MK, BPK, dst hingga para Anggota DPR yang terhormat pun wajib sungkan
meminta mobil dinas mewah yang bersifat pemborosan yang menyakiti hati
nurani rakyat.
-----ooo-----
Jokowi, Pemimpin yang Tetap Merakyat
Haji Joko Widodo (Jokowi), lahir di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, 21
Juni 1961. Ia menikah dengan Hajjah Iriana Joko Widodo. Pasangan yang
sungguh berbahagia ini mempunyai tiga anak, Gibran Rakabuming, Raka
Kahiyang dan Ayu Kaesang Pangarep.
Jokowi lahir dari pasangan
muslim taat Noto Mihardjo dan Sujiatmi Noto Miharjo, nama kecil Jokowi
adalah Mulyono. Menurut gurunya di SDN 111 Surakarta, Sutarti Wardojo,
Jokowi telah memiliki jiwa kepemimpinan semenjak kecil.
Setelah
lulus SMPN 1 Solo dan SMAN 6 Solo, Jokowi melanjutkan pendidikan ke
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1985.
Memulai usaha dari skala kecil, Jokowi menjadi pedagang mebel dan
pembuat taman, kemudian menjadi eksportir mebel. Hingga berhenti menjadi
pengusaha, Jokowi tidak menunggak gaji karyawannya dan tidak punya
utang yang sampai harus digugat bangkrut ke Pengadilan Niaga.
Setelah 20 tahun menjadi pengusaha, tahun 2005 Jokowi terpilih menjadi
Walikota Solo. Awalnya, banyak yang meragukan kemampuan Jokowi. Namun,
dengan berbagai kemajuan yang dicapai di bawah kepemimpinannya, pada
Pilkada periode kedua Walikota Surakarta Jokowi meraih 91% suara.
Terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta dan dilantik pada 15 Oktober
2012. Sukses di Jakarta dan mendapat pengakuan dunia internasional
sebagai pemimpin yang berhasil, rakyat di seluruh Nusantara meminta
kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), agar memajukan
Jokowi menjadi calon presiden.
Capres Jokowi mencanangkan
Revolusi Mental. Tentu saja, pemerataan ekonomi, dan mendayagunakan
kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat. Banyak pengamat bilang,
sepersepuluh saja tingkat kemajuan di DKI Jakarta yang bisa
direalisasikan untuk Indonesia, kemajuan akan segera dirasakan.
Di Jakarta, semua rencana dan anggaran diumumkan secara terbuka, semua
rapat dinas ditayangkan di Youtube. Kelak semua rapat di semua
kementerian akan ditayangkan melalui Youtube.
Rakyat Jakarta
harus bangga dengan menugaskan putra terbaiknya memimpin Indonesia.
Jakarta mungkin kehilangan, tapi Indonesia akan mendapatkan kemajuan
besar jika Jokowi memimpin negeri ini.
Dukung perubahan, maka dukunglah Jokowi karena sekarang saatnya pemimpin melayani rakyatnya.
***
--------------------------------------------------------------
Rekening Bank Donasi Kampanye Jokowi-JK
Bank BRI : 1223.0100.0172.309
Bank Mandiri : 070-00-0909096-5
Bank BCA : 5015.500015
link artikel : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=678465968889271&set=gm.651571391622760&type=1&theater