Rabu, 11 Juni 2014

visi dan misi jokowi - jk sebagai capres RI no urut 2

Visi dan Misi Jokowi
"Jalan Perubahan Untuk Indonesia
Yang Berdaulat, Mandiri, & Berkepribadian"

Mewujudkan Indonesia Hebat dengan berjalan diatas rel konstitusi melalui Jalan Perubahan yang adalah jalan ideologis yang secara historis bersumber pada Pancasila, UUD 1945, dan Proklamasi.

Masalah Pokok Bangsa:
1. Ancaman terhadap wibawa negara.
2. Kelemahan sandi perekonomian bangsa.
3. Intoleransi dan krisis kepribadian bangsa.

Untuk mengembalikan jalan ideologi bangsa, Jokowi menawarkan konsep Trisakti. Jalan Trisakti menjadi basis dalam pembangunan karakter bangsa ke depan. Inilah yang disebut Revolusi Mental.

Sehingga, visi bangsa Indonesia untuk lima tahun ke depan menurut pasangan tersebut adalah terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.
Untuk mewujudkan visi tersebut, akan ditempuh melalui misi :

1. Mewujudkan keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan.

2. Mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, berkeseimbangan, dan demokratis.

3. Mewujudkan politik luar negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

4. Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera.

5. Mewujudkan bangsa Indonesia yang berdaya saing.

6. Mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional.

7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.

Sedangkan 9 program prioritasnya (Nawa Cita) adalah :

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, melalui pelaksanaan politik luar negeri bebas aktif, keamanan nasional yang terpercaya dan pembangunan pertahanan negara Tri Matra terpadu yang dilandasi kepentingan nasional dan memperkuat jati diri sebagai negara maritim.

2. Membuat pemerintah tidak absen dengan membangun tata kelola pemerintahan bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya.

3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

4. Menolak negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia Pintar wajib belajar 12 tahun bebas pungutan.

6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya.

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

8. Melakukan revolusi karakter bangsa, melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan.

9. Memperteguh Kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia, melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebhinekaan dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga.

-----ooooo-----

Tentang JOKOWI

Jokowi pernah mengucapkan Sumpah-Janji Jabatan baik sebagai Walikota Solo kemudian sebagai Gubernur DKI (15 Oktober 2012), dan jikapun menjadi Calon Presiden sebelum habis masa jabatan bukanlah melanggar ketentuan per-UU-an yang berlaku, sebagaimana bunyi sumpah jabatannya :
“Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Memegang teguh UUD Negara RI 1945 dan menjalankan segala UU dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti pada masyarakat, nusa dan bangsa,” .
Dengan demikian isu tentang pelanggaran sumpah merupakan suatu black campaign (kampanye hitam); menggunakan isu yang tidak benar akibat adanya unsur kebencian.

Bila Jokowi terpilih menjadi Presiden dalam Pilpres 2014, maka sesuai ketentuan hukum; per-UU-an yang berlaku maka Wagub (Ahok) otomatis menjadi Gubernur pengganti. Identitas Ahok selaku Non Pribumi-Non Muslim tidaklah menjadi halangan, sebagaimana konstitusi pasca reformasi (UUD 1945 Amandemen) dalam Pasal 6.A yang intinya menghapus politik identitas. Dengan demikian maka setiap orang yang bertindak menghalangi konstitusi bukanlah WNI yang taat kepada konstitusi itu sendiri.

Isu Jokowi adalah keturunan non-muslim dan non-pribumi adalah kampanye hitam yang dihembuskan segelintir WNI radikal, yang berniat menyesatkan, meng-adu domba dengan cara mempolitisir SARA (politik identitas). Dalam Pasal 6.A UUD 1945 pasca amandemen perihal Politik Identitas sudah tidak berlaku lagi.

Jangankan mobil (teknologi tingkat tinggi), Kancing dan Peniti pun kita masih impor dari China, Mobil ESEMKA adalah proyek perakitan mobil yang dikerjakan oleh murid SMK di Solo, hanya saja tidak ditangkap sebagai suatu peluang-potensi oleh pemerintah pusat, agar kelak perlahan Indonesia bisa mandiri secara teknologi serta dapat memproduksi bahan bakunya sendiri.

Jokowi tidak ada potongan tersangkut kasus korupsi, gaji jabatan saja dia tidak ambil mana mungkin beliau hobby mencuri uang rakyat, unsur inti korupsi adalah menyalahgunakan jabatan terkait uang negara sehingga berakibat merugikan negara. Seumpama ada kebijakan Jokowi saat di Solo maupun soal Transjakarta, maka tuduhan korupsi tersebut terjadi pada level teknis oleh para jajaran teknis (birokrat) bukan oleh Jokowi.

Jokowi adalah tipikal Jawa Halus, sehingga ditafsirkan lemah padahal sesungguhnya Jokowi sangat tegas, hanya saja orba meng-hegemoni arti tegas sebagai “gebuk, sikat” dan berbagai terminologi kekerasan ala darurat perang (militerisme). Sebagaimana kultur asli Jawa, Jokowi sangat menghargai Ibu Megawati, sikap yang sama pula kepada para senior-tokoh bangsa Jokowi hormat secara positif bukan patuh dalam arti “siap” ala tentara.

Setiap orang yang memahami karakter dan karya prestasi Jokowi pastilah menaruh kagum dan mendukungnya, tidak hanya rakyat jelata, para pengusaha lokal-interlokal-internasional pun memberi dukungan positif, demikian negara-negara sahabat mulai dari Barat (AS, Eropah)-Utara (Latin)-hingga ke Timur Tengah pun mendukung, ini artinya Jokowi telah menjadi sahabat dunia, diterima dalam pergaulan internasional oleh seluruh pemimpin dunia.

Sangat tidak masuk akal Jokowi akan menghapus tunjangan sertifikasi guru sebagai suatu cara menyengsarakan para guru, yang ada Jokowi adalah pro kesejahteraan seluruh rakyat, jangankan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, kesejahteraan buruh pun sudah dibuktikan dengan menaikkan UMP DKI sangat signifikan dan hal tersebut akhirnya menjadi referensi menular dan diikuti oleh daerah-daerah lainnya di Indonesia. Kampanye Penghapusan Tunjangan Sertifikasi Guru justru dicanangkan oleh salah satu parpol pendukung capres lain

Jokowi tidak berpengalaman pada pemerintahan nasional adalah justru menjadi kelebihan Jokowi dibanding figur yang lainnya, sehingga Jokowi tidak tersandera oleh dosa-dosa nasional para pejabat negara dan dosa-dosa sejarah tokoh masa lalu, justru Jokowi akan menularkan kesederhanaan-kejujuran pada level nasional (Revolusi Mental), suatu cara maupun sikap yang dimulai dari Pemimpin Tertinggi yang akan menjadi contoh para level dibawahnya, andai saja Jokowi tetap menggunakan mobil dinas RI-1 jenis sederhana seperti Innova, maka tidak saja para menteri beserta jajarannya, Petinggi MA, MK, BPK, dst hingga para Anggota DPR yang terhormat pun wajib sungkan meminta mobil dinas mewah yang bersifat pemborosan yang menyakiti hati nurani rakyat.

-----ooo-----

Jokowi, Pemimpin yang Tetap Merakyat

Haji Joko Widodo (Jokowi), lahir di Surakarta (Solo), Jawa Tengah, 21 Juni 1961. Ia menikah dengan Hajjah Iriana Joko Widodo. Pasangan yang sungguh berbahagia ini mempunyai tiga anak, Gibran Rakabuming, Raka Kahiyang dan Ayu Kaesang Pangarep.

Jokowi lahir dari pasangan muslim taat Noto Mihardjo dan Sujiatmi Noto Miharjo, nama kecil Jokowi adalah Mulyono. Menurut gurunya di SDN 111 Surakarta, Sutarti Wardojo, Jokowi telah memiliki jiwa kepemimpinan semenjak kecil.

Setelah lulus SMPN 1 Solo dan SMAN 6 Solo, Jokowi melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan lulus tahun 1985.
Memulai usaha dari skala kecil, Jokowi menjadi pedagang mebel dan pembuat taman, kemudian menjadi eksportir mebel. Hingga berhenti menjadi pengusaha, Jokowi tidak menunggak gaji karyawannya dan tidak punya utang yang sampai harus digugat bangkrut ke Pengadilan Niaga.

Setelah 20 tahun menjadi pengusaha, tahun 2005 Jokowi terpilih menjadi Walikota Solo. Awalnya, banyak yang meragukan kemampuan Jokowi. Namun, dengan berbagai kemajuan yang dicapai di bawah kepemimpinannya, pada Pilkada periode kedua Walikota Surakarta Jokowi meraih 91% suara.

Terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta dan dilantik pada 15 Oktober 2012. Sukses di Jakarta dan mendapat pengakuan dunia internasional sebagai pemimpin yang berhasil, rakyat di seluruh Nusantara meminta kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), agar memajukan Jokowi menjadi calon presiden.

Capres Jokowi mencanangkan Revolusi Mental. Tentu saja, pemerataan ekonomi, dan mendayagunakan kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat. Banyak pengamat bilang, sepersepuluh saja tingkat kemajuan di DKI Jakarta yang bisa direalisasikan untuk Indonesia, kemajuan akan segera dirasakan.

Di Jakarta, semua rencana dan anggaran diumumkan secara terbuka, semua rapat dinas ditayangkan di Youtube. Kelak semua rapat di semua kementerian akan ditayangkan melalui Youtube.

Rakyat Jakarta harus bangga dengan menugaskan putra terbaiknya memimpin Indonesia. Jakarta mungkin kehilangan, tapi Indonesia akan mendapatkan kemajuan besar jika Jokowi memimpin negeri ini.

Dukung perubahan, maka dukunglah Jokowi karena sekarang saatnya pemimpin melayani rakyatnya.
***

--------------------------------------------------------------
Rekening Bank Donasi Kampanye Jokowi-JK
Bank BRI : 1223.0100.0172.309
Bank Mandiri : 070-00-0909096-5
Bank BCA : 5015.500015



link artikel :   https://www.facebook.com/photo.php?fbid=678465968889271&set=gm.651571391622760&type=1&theater

Tidak ada komentar:

Posting Komentar